Kota Mati di Perancis yang Menyeramkan

Perkampungan kecil Oradour Sul Glane di Perancis menunjukan sebuah kondisi keadaan yang sangat mengerikan. Selama perang dunia ke II, 642 penduduk dibantai oleh tentara Jerman sebagai bentuk pembalasan atas terhadap perlakuan Perancis waktu itu. Jerman yang waktu itu sebenarnya berniat menyerang daerah di dekat Oradour Sul Glane tapi akhirnya mereka menyerang perkampungan kecil tersebut pada tanggal 10 Juni 1944.















menurut kesaksian orang-orang yang selamat, penduduk laki-laki dimasukan kedalam sebuah gudang dan tentara jerman menembaki kaki mereka sehingga akhirnya mereka mati secara pelan-pelan. Wanita dan anak-anak yang dimasukan ke dalam gereja, akhirnya semua mati tertembak ketika mereka berusaha keluar dari dalam gereja. Kampung tersebut benar-benar dihancurkan tentara Jerman waktu itu. Dan sampai saat ini reruntuhan kampung tersebut masih berdiri dan menjadi saksi betapa kejamnya peristiwa yang terjadi saat itu.


Sumber  :   http://forum.vivanews.com/internasional/184770-kota-mati-di-perancis-yang-menyeramkan.html

Biosentrisme Hidup Setelah Mati Versi Ilmiah

Dalam dunia sains, mahluk hidup memiliki siklus lahir, hidup, lalu musnah (mati). Sementara pandangan ada kehidupan setelah mati hanya ada dalam doktrin agama. Pada akhirnya, apa yang tertulis dalam kitab-kitab suci mulai diterima secara ilmiah.

Sebuah penelitian ilmiah terbaru menunjukkan kematian bukanlah pemberhentian terakhir. Observasi ilmiah yang dilakukan menyimpulkan kehidupan dan kematian ternyata berkorespondensi dengan "alam lain" (multiverse).

 
Ilustrasi / bertgary.blogspot.com


Paparan ilmiah tersebut dijelaskan oleh teori ilmiah bernama biosentrisme. Menurut teori ini, kendati tubuh dirancang untuk hancur sendiri, namun ada sebuah energi yang bekerja dalam otak, yaitu perasaan hidup mengenai siapakah saya.

"Energi itu tidak musnah ketika manusia mati," tulis ilmuwan terkemuka dunia dan pengarang buku Biocentrism, Robert Lanza.

Menurut Lanza, energi perasaan hidup itu tak tercipta, tapi tak juga bisa musnah. Lantas, apakah energi ini berpindah dari satu dunia ke dunia lain?

Sebuah eksperimen yang belum lama ini dipublikasikan dalam jurnal Science memperlihatkan para ilmuwan bisa mengubah sesuatu yang sudah terjadi pada masa lalu. Lewat percobaan yang menggunakan beam splitter (perangkat optik yang membelah berkas cahaya), partikel-partikel energi diputuskan keberadaannya. Ternyata, dari situ dapat ditentukan apa yang berlaku pada partikel ini pada masa lalu sehingga seseorang dapat menyelami pengalaman di masa lalu.

Kaitan antara pengalaman dan semesta ini melampaui gagasan-gagasan manusia mengenai ruang dan waktu. Tapi biosentrisme sendiri menyatakan, ruang dan waktu bukan obyek sulit seperti yang dibayangkan.

Teori ini menganalogikan waktu sebagai udara yang sia-sia untuk ditangkap manusia karena memang tak pernah bisa diraih. "Anda tak bisa melihat apa pun melalui tulang tengkorak yang menyelimuti otak Anda," kata Robert Lanza. "Apa yang Anda lihat dan rasakan sekarang adalah putaran informasi pada otak Anda."

Menurut biosentrisme, ruang dan waktu semata-mata adalah alat penghimpun informasi secara bersamaan. Karena itulah, dalam dunia yang tidak ada ruang dan waktu, tak ada istilah kematian.


Energi itu kekal

Dalam bukunya, “Ghosthunters,” peneliti hantu John Kachuba menulis, “Einstein membuktikan bahwa seluruh energi di alam semesta adalah tetap dan tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan. Jadi apa yang terjadi denmgan energi itu ketika kita mati? Jika itu tak dapat dihancurkan, energi itu pastinya, menurut Einstein, berubah menjadi energi dalam bentuk lain. Apakah energi baru itu? Apakah kita bisa menyebut kreasi baru itu hantu?”

Gagasan ini muncul dan diusulkan sebagai bukti adanya hantu. Sebuah kelompok di Amerika Serikat yang bernama Tri County Paranormal menyatakan, “Ketika kita hidup, kita memiliki energi listrik dalam tubuh kita. Apa yang terjadi dengan listrik yang berada dalam tubuh kita, yang membuat jantung berdenyut dan kita bernafas?”

Jawaban pertanyaan itu sebenarnya sangat sederhana dan tidak misterius. Setelah seseorang meninggal, energi dalam tubuh mereka maupun seluruh organisme lain pindah ke lingkungan. Ketika seorang manusia mati, energi yang tersimpan dalam tubuh mereka dilepas dalam bentuk panas, dan pindah ke binatang yang mengonsumsi jasad itu, baik binatang liar maupun bakteri dan cacing serta tumbuhan yang menyerap nutrisi dari tanah. Jika jasad itu dikremasi, energi dilepas dalam bentuk panas dan cahaya.

Ketika kita makan tumbuhan atau binatang mati, kita mengonsumsi energi mereka dan mengubahnya menjadi energi bagi tubuh kita. Reaksi kimia ketika makanan dicerna melepas energi yang dibutuhkan binatang untuk hidup, bergerak dan bereproduksi. Energi itu tidak ada dalam bentuk energi elektromagnetik berbentuk bola cahaya, melainkan panas dan energi kimia.





 


Sumber:
tempo

ketika RUBAH ini TERJEBAK dan akhir nya MATI MEMBEKU di dalam DINGIN nya ES



ketika RUBAH ini TERJEBAK dan akhir nya MATI MEMBEKU di dalam DINGIN nya ES 


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjF6xexhaifgwMtjxvLkxweMCZIfHAGRA2lnLAqfo6-KvKsTYrNKYvecRFy8cSp_aId4UaNHDnxD8vBhyphenhyphencQjcnRMdjh-qwCulAZq1iaSnAshNa6wLSVqxIE_A_ZXUSrmq-BUcR1brKAfPw/s1600/13559861289839139.jpg

Aneh Wanita Amerika Ini Melahirkan Saat Mati Kemudian Hidup Lagi

Seorang wanita asal Texas, Amerika Serikat, dinyatakan meninggal secara medis ketika ia melahirkan bayinya. Namun ajaibnya, Erica Nigrelli kembali hidup setelah si jabang bayi dilahirkan. 





Kejadian bermula ketika Erica yang hamil tua jatuh pingsan di dekat tangga sekolah saat hendak mengajar. Suami sekaligus rekan seprofesinya, Nathan, menemukannya tergeletak di lantai dengan nafasnya telah berhenti. Kemudian mereka segera melarikan wanita berusia 32 tahun itu ke rumah sakit terdekat.

Dokter pun memutuskan melakukan operasi caesar darurat untuk menyelamatkan nyawa bayi di kandungan Erica. Akhirnya sang bayi lahir dengan selamat saat ibundanya dalam situasi postmortem karena jantung sudah sepenuhnya berhenti berdetak. Setelah sang bayi keluar dari rahimn, dokter kemudian menggunakan terapi kejut beberapa kali pada Erica dan akhirnya berhasil.

Si bayi kini diberi nama Elayna Nigrelli yang telah berusia 3 bulan dan tumbuh sehat. Kondisi Erica sendiri tidak langsung sehat setelah "hidup kembali" dan menghabiskan lima hari berikutnya dalam keadaan koma. Kondisi tersebut disebabkan Erica mengalami hypertrophic cardiomyopathy atau penebalan otot jantung yang membuat jantung bekerja terlalu keras untuk memompa darah. (wk/mr)
sumber